Di suatu hari, bertepatan dengan hari raya, Rasulullah keluar rumah menuju tempat shalat Ied.Nabi melewati sekelompok anak-anak yang tengah asik bermain
Seorang anak kecil duduk termenung.Wajahnya merunduk mencerminkan kesedihan hatinya. Dari pakaianya yang lusuh dan compang-camping menunjukan bahwa anak kecil tak terus oleh ibu-bapaknya.
Melihat itu,Rasulullah menghentikan langkahnya.Hatinya tertegun penuh tanda tanya.
"Hai anak kecil,megapa kau sendirian menangis.Tak ingin kau bermain seperti yang lainnya
"Wahai paman."Kata nak itu tanpa mengerti bahwa orang yang di hadapinya adalah rasulullah.
Dengan bergelinangan air mata,anak kecil itu menceritakan bahwa ayahnya telah gugur dalam peperangan membela rasulullah
"dimana ibumu sekarangf?"
"Ibu telah kawin lagi,tetapi bapak tiriku amat jahat.Aku diusir dari rumah,sedang harta warisku dari ayah telah dihabisi ibu. Aku tidak lagi punya makanan.Minuman,dan pakaian.Aku tak punya rumah lagi."Dia menagis di hadapan rasulullah
"Bagunlah anakku,"Kata rasulullah membelai kepala si anak,namum belum juga berhenti isak tangisnya.
"diamlah jangan menagis,Maukah engkau,aku sebagai bapakmu dan aisyah sebagai ibumu? Ali akan menjadi pamanmu, dan hasan Husain akan menjadi saudaramu.
Anak kecil itu jadi tertegun.Ia baru sadar bahwa orang itu adalah rasulullah.
Bagaimana anakku,relakah aku sebagai bapak mu?
Megapa tidak ya Rasulullah
Sejak saat itu,bocah itu menjadi anak angkat rasulullah.Diasuh di rumah nabi seperti anaknya sendiri tak dibedakan dengan anak dan cucu yang lain.Hidup dalam suasana kasih sayang sebagai keluarga rasullullah
Selasa, 24 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
wah ceritanya bagus banget
BalasHapus