Dengan brkal uang 8 dirham.rasulullah pergi ke pasar.Di tengah jalan beliau bertumu seorang perempuan tua menagis karena kehilangan uang 2 dirham."Terimalah uang 2 dirham ini sebagi gantinya"Kata nabi sambil meneruskan perjalanan.
Di pasar Nabi membeli gamis seharga 2 dirham dan langsung di kenakannya.Ketika pulang,Nabi bertemu seorang lelaki tua yang tak mengenakan pakaian untuk seluruh auratnya.
"Siapa yang memberi pakaian aku,semoga allah memberinya pakaian dari sutra hijau di surga nanti."
Mendengar itu,Rasulullah lalu mencopot gamisnya dan menyerahkan kepada orang itu.Sebagai gantinya,Rasulullah yang masih membawa uang 4 dirham itu kembali ke pasar untuk membeli gamislagi seharga 2 dirham,Ketika pulang ia berjumpa dengan perempuan yang sudah di beri uang 2 dirham tadi
"Apa lagi yang membuatmu menagis"Kata Nabi
"Wahai Rasulullah Aku ini pelayan yang di suruh belanja ke pasar.Padahal aku terlambat pulang gara-gara uangku hilang tadi.Aku takut pulang,Jagan-jangan mereka memarahi ku",Katanya
"Pulang lah,aku akan mengantarmu,"Kata nabi maka di antarkanlah pulang ke tengah perkebunan Anshor.
"Pelayan Wanitamu terlambat datang.Ia takut,Kalau kau marah atau meyiksanya silakan kepadaku",Kata Nabi
"Kami telah menerima bantuan wahai Rasulullah.Kami telah membebaskan perempuan ini karena dialah Rasulullah berkunjung ke rumah kama ini.Dia merdeka untuk allah yang Maha agung."Katanya
Dengan melagkah pulang Rasulullah berkata,"sungguh aku tidak pernah melihat perkara yang Lebih berkah dai pada uang 8 dirham ini." Katanya.
Minggu, 29 November 2009
Jumat, 27 November 2009
RASULULLAH SAYANG CUCU
Suatu hari abu dzarrin duduk-duduk santai dengan Nabi.Tiba-tiba datang cucu beliau,Hasan dan Husain.Begitu akrabnya sang cucu, Dua anak itu langsung saja meloncat dan bertengger di atas bahu nabi.
Rasulullah tidak marah sama sekali.Bahkan beliau membiarkan mereka,Sementara pembicaraan dengan abu Dzarrin sahabat lainya terus berlangsung.Lalu nabi berta"Turunlah wahai cucuku".
Meski suadh di minta,keduanya masih juga enggan turun.Baru setelah Ali bin abi thalib ayahnya datang,Keduanya bergegas turun.Nabi pun jadi heran dan bertanya."ada apa kalian?", "kami takut ayah,"Katanya
Lalu mendengaritu,Ali mendatangi kedua anak itu lalu plak,plak, Ali memukul dan menghardik mereka."Kesopanan itu lebih bagi kamu berdua".Katanya
Nenyaksikan cucunya di perlakukan begitu,Rasulullah tersinggung."Hai Ali,mengapa kau hardik Hasan dan Husain? Dia itu pelipur hatiku,"Begitulah kasih sayang Nabi terhadap cucu-cucunya.
Rasulullah tidak marah sama sekali.Bahkan beliau membiarkan mereka,Sementara pembicaraan dengan abu Dzarrin sahabat lainya terus berlangsung.Lalu nabi berta"Turunlah wahai cucuku".
Meski suadh di minta,keduanya masih juga enggan turun.Baru setelah Ali bin abi thalib ayahnya datang,Keduanya bergegas turun.Nabi pun jadi heran dan bertanya."ada apa kalian?", "kami takut ayah,"Katanya
Lalu mendengaritu,Ali mendatangi kedua anak itu lalu plak,plak, Ali memukul dan menghardik mereka."Kesopanan itu lebih bagi kamu berdua".Katanya
Nenyaksikan cucunya di perlakukan begitu,Rasulullah tersinggung."Hai Ali,mengapa kau hardik Hasan dan Husain? Dia itu pelipur hatiku,"Begitulah kasih sayang Nabi terhadap cucu-cucunya.
Selasa, 24 November 2009
ANAK ANGKAT RASULULLAH
Di suatu hari, bertepatan dengan hari raya, Rasulullah keluar rumah menuju tempat shalat Ied.Nabi melewati sekelompok anak-anak yang tengah asik bermain
Seorang anak kecil duduk termenung.Wajahnya merunduk mencerminkan kesedihan hatinya. Dari pakaianya yang lusuh dan compang-camping menunjukan bahwa anak kecil tak terus oleh ibu-bapaknya.
Melihat itu,Rasulullah menghentikan langkahnya.Hatinya tertegun penuh tanda tanya.
"Hai anak kecil,megapa kau sendirian menangis.Tak ingin kau bermain seperti yang lainnya
"Wahai paman."Kata nak itu tanpa mengerti bahwa orang yang di hadapinya adalah rasulullah.
Dengan bergelinangan air mata,anak kecil itu menceritakan bahwa ayahnya telah gugur dalam peperangan membela rasulullah
"dimana ibumu sekarangf?"
"Ibu telah kawin lagi,tetapi bapak tiriku amat jahat.Aku diusir dari rumah,sedang harta warisku dari ayah telah dihabisi ibu. Aku tidak lagi punya makanan.Minuman,dan pakaian.Aku tak punya rumah lagi."Dia menagis di hadapan rasulullah
"Bagunlah anakku,"Kata rasulullah membelai kepala si anak,namum belum juga berhenti isak tangisnya.
"diamlah jangan menagis,Maukah engkau,aku sebagai bapakmu dan aisyah sebagai ibumu? Ali akan menjadi pamanmu, dan hasan Husain akan menjadi saudaramu.
Anak kecil itu jadi tertegun.Ia baru sadar bahwa orang itu adalah rasulullah.
Bagaimana anakku,relakah aku sebagai bapak mu?
Megapa tidak ya Rasulullah
Sejak saat itu,bocah itu menjadi anak angkat rasulullah.Diasuh di rumah nabi seperti anaknya sendiri tak dibedakan dengan anak dan cucu yang lain.Hidup dalam suasana kasih sayang sebagai keluarga rasullullah
Seorang anak kecil duduk termenung.Wajahnya merunduk mencerminkan kesedihan hatinya. Dari pakaianya yang lusuh dan compang-camping menunjukan bahwa anak kecil tak terus oleh ibu-bapaknya.
Melihat itu,Rasulullah menghentikan langkahnya.Hatinya tertegun penuh tanda tanya.
"Hai anak kecil,megapa kau sendirian menangis.Tak ingin kau bermain seperti yang lainnya
"Wahai paman."Kata nak itu tanpa mengerti bahwa orang yang di hadapinya adalah rasulullah.
Dengan bergelinangan air mata,anak kecil itu menceritakan bahwa ayahnya telah gugur dalam peperangan membela rasulullah
"dimana ibumu sekarangf?"
"Ibu telah kawin lagi,tetapi bapak tiriku amat jahat.Aku diusir dari rumah,sedang harta warisku dari ayah telah dihabisi ibu. Aku tidak lagi punya makanan.Minuman,dan pakaian.Aku tak punya rumah lagi."Dia menagis di hadapan rasulullah
"Bagunlah anakku,"Kata rasulullah membelai kepala si anak,namum belum juga berhenti isak tangisnya.
"diamlah jangan menagis,Maukah engkau,aku sebagai bapakmu dan aisyah sebagai ibumu? Ali akan menjadi pamanmu, dan hasan Husain akan menjadi saudaramu.
Anak kecil itu jadi tertegun.Ia baru sadar bahwa orang itu adalah rasulullah.
Bagaimana anakku,relakah aku sebagai bapak mu?
Megapa tidak ya Rasulullah
Sejak saat itu,bocah itu menjadi anak angkat rasulullah.Diasuh di rumah nabi seperti anaknya sendiri tak dibedakan dengan anak dan cucu yang lain.Hidup dalam suasana kasih sayang sebagai keluarga rasullullah
Nenek-nenek yang tidak bisa masuk Surga
eorang perempuan tua mendatangi Rasulullah."Wahai Rasulullah,doakanlah agar saya dapat masuk surga,"Katanya
"wahai,nenek,Ketahuilah bahwa di surga tak ada orant tua seperti anda,"Kata Nabi
Mendengar jawaban itu,Spontan nenek itu Menangis.Ia menyesal karena tidak bisa masuk surga.Melihat nenek itu menagis Rasulullah tersenyum sambil berkata."orang tua seperti nenek memang tidak akan masuk surga karena smua sudah di ubahmenjadi gadis-gadis perawan,"Kata Nabi
Nabi lalu membacakanfirman allah dalam Surat Al-Waqiah ayat 35-36. Inna ansya'naahunna insyaa-a faja'alnaahunna abkaraa,'uruban atraaba.
Sesungguhnya kami menciptakan mereka ( bidadari-bidadari)secara langsung.Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.
Mendengar penjelasaan itu,Si nenek baru sadar atas canda nabi,Oh ya, Kalau aku beriman, di akhirat nanti akan di jadikan perawan dulu baru masuk surga,Kata si nenek
Maka tertawalah si nenek dengan gigi ompongnya
"wahai,nenek,Ketahuilah bahwa di surga tak ada orant tua seperti anda,"Kata Nabi
Mendengar jawaban itu,Spontan nenek itu Menangis.Ia menyesal karena tidak bisa masuk surga.Melihat nenek itu menagis Rasulullah tersenyum sambil berkata."orang tua seperti nenek memang tidak akan masuk surga karena smua sudah di ubahmenjadi gadis-gadis perawan,"Kata Nabi
Nabi lalu membacakanfirman allah dalam Surat Al-Waqiah ayat 35-36. Inna ansya'naahunna insyaa-a faja'alnaahunna abkaraa,'uruban atraaba.
Sesungguhnya kami menciptakan mereka ( bidadari-bidadari)secara langsung.Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.
Mendengar penjelasaan itu,Si nenek baru sadar atas canda nabi,Oh ya, Kalau aku beriman, di akhirat nanti akan di jadikan perawan dulu baru masuk surga,Kata si nenek
Maka tertawalah si nenek dengan gigi ompongnya
Canda Rasulullah
Suatu hari Rasullullah berkata kepada seorang istri sahabat anshar.”Hai Fulanah,Segeralah kau temui suamimu,Karena kedua belah matanya ada putih-putihnya!
Mendengar itu, Bergegaslah sang istri Anshar itu mernemui suaminya.Melihat istrinya bergegas dating suaminya malah balik bertanya,”Megapa enggkau pulang dengan tergesa-gesa ?”
Saya diberi tahu rasulullah,Bahwa di kedua matamu terdapat putih-putihnya,”jawab sang istri.
Ah,bukan Cuma warna putih,Tetapi juga warna hitam di mataku,”jawab sang suami, dengan gurauan itulah suami istri itu bias saling bercanda sebagai bumbu keharmonisan rumah tangga. Lalu mereka tertawa terpingkal-pingkal.
Mendengar itu, Bergegaslah sang istri Anshar itu mernemui suaminya.Melihat istrinya bergegas dating suaminya malah balik bertanya,”Megapa enggkau pulang dengan tergesa-gesa ?”
Saya diberi tahu rasulullah,Bahwa di kedua matamu terdapat putih-putihnya,”jawab sang istri.
Ah,bukan Cuma warna putih,Tetapi juga warna hitam di mataku,”jawab sang suami, dengan gurauan itulah suami istri itu bias saling bercanda sebagai bumbu keharmonisan rumah tangga. Lalu mereka tertawa terpingkal-pingkal.
Langganan:
Postingan (Atom)